Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Monday, June 22, 2009

Merancang bahagia

'Nak pilih doktor ke ustazah ni?''Kalau doktor lepas ni sama-sama sibuk. Sapa nak jaga anak?'Soalan biasa yang selalu saya terima untuk dijawab. Soalan sebegini sebenarnya menggambarkan mentaliti si penanya. Memilih jenis dan kategori mana bakal pasangan hidup merupakan langkah awal untuk sebuah pembinaan rumahtangga yang bahagia.Kebahagian sepuluh tahun mendatang perlu dirancang. Bukan sekadar relax dan menunggu sebuah natijah yang baik tanpa usaha yang unggul.Saya tertarik dengan 3 artikel dari Berita Harian. Maklumat sebegini sangat perlu diketahui oleh pasangan yang berkahwin dan yang dalam perancangan ke arah itu. Seeloknya pembaca melayari artikel-artikel di bawah ini sebagai ilmu berguna untuk kita bersama.

1. Jodoh singkat
2. Kahwin kerana nafsu, jahil ilmu rumah tangga punca retak
3. Pengakuan mangsa perceraian pada usia muda.

Saya sendiri mula gusar dengan fenomena 'cerai express' yang makin meningkat di negara kita. Mangsa yang tidak berdosa ialah anak-anak yang pastinya akan tandus kasih sayang dan trauma psikologi jangka masa panjang.Pelbagai faktor yang mungkin boleh dibawa datang. Hakikatnya ianya perlu kepada kesedaran pasangan dalam mempertahankan mahligai yang dibina.Ada rumahtangga yang dibina di atas asas yang cukup kukuh. Suami yang soleh, isteri yang taat dan ekonomi yang mantap. Tetapi terkadang hanya kerana masalah komunikasi menjadikan kemanisan yang dikecapi mula tawar. Suami 'bisu', isteri pula membatu. Tiada perkongsian yang menggembirakan hari-hari dalam sebuah rumah. Tidak pandai mengambil hati, merajuk melampau atau tidak pandai memujuk pasangan.

Mungkin ianya dipadang remeh oleh segelintir individu, tetapi ketahuilah 'seni bergaul' satu perkara yang teramat penting dalam mengekalkan keharmonian rumahtangga.Ramai suami atau isteri yang mampu berhadapan dengan orang bawahan di tempat kerja dengan baik tetapi gagal bila berada di rumah.Ada yang berhujjah mengenai peri penting ilmu agama untuk sebuah rumahtangga yang bahagia. Ramai juga yang jahil dalam ilmu agama tapi mampu meraih bahagia. Persoalannya bagaimana?Tahu ilmu agama tidak bermakna faqih! Juga tidak bermakna si empunya diri turut lengkap dengan amalan yang sewajarnya. Ianya kembali kepada kefahaman dan amalan.

Sekadar tahu syarat sah akad nikah dan cerai talak bukanlah penjamin sebuah kebahagian. Akhlak berumahtangga sebagaimana ajaran Rasulullah saw asas penting yang jangan sesekali dilupakan.Akhlak berumahtangga atau sikap dan nilai kita dalam bermuamalah dengan pasangan dan anak-anak merupakan seni penguat keutuhan keluarga. Ramai yang hanya cakna pada hukum hakam tapi tidak pada akhlak sebegini. Sedangkan nabi saw pernah mengingatkan kepada kita :'sebaik-baik kamu ialah mereka yang baik (hubungan muamalah) dengan ahli keluarganya, dan aku lah yang terbaik (hubungan muamalah) dengan keluargaku'.Hadis ini perlu dinilai dari sudut perilaku nabi saw sebagai seorang suami.

Bagaimana baginda saw bila bersama-sama dengan para isteri dan anak-anak dengan kesibukkan tugas sebagai rasul.Rasulullah saw seorang yang sibuk. Baginda saw juga bukanlah seorang yang kaya raya. Kajian turut menyebut antara punca penceraian zaman sekarang ialah kekangan ekonomi dan kesibukkan suami isteri mencari nafkah. Sekiranya hal sebegini menjadi alasan, mengapa tidak kita menjengah kehidupan nabi saw sebagai panduan.Kehadiran orang ketiga sering kali disebut-sebut sebagai punca. Orang ketiga maupun keempat sekiranya ditangani dengan betul pastinya masih mampu menyendal dinding yang hampir roboh. Masalahnya belum disendal, rumah sudah dibakar. Orang ketiga yang dibenarkan syarak boleh ditangani dengan baik. Yang sukarnya sekarang ini bukan sahaja suami yang mempunyai orang ketiga bahkan isteri terbabit sama.Perkahwinan perlu kepada sebuah perancangan.Betul ilmu agama sangat penting.

Namun jangan diabaikan untuk merancang berubah sikap, menambah ilmu kekeluargaan dan merangka ekonomi keluarga buat hari-hari mendatang.Ramai yang berkahwin kerana ingin berkahwian. Tak kurang juga kerana hanya sebagai ikut-ikutan lantaran kawan-kawan sekeliling sudah menamatkan zaman bujang. Perkahwinan tanpa perencanaan yang teliti terkadang boleh mengundang padah.Ya, kita mesti yakin kepada rezeki daripada Allah! Namun yakin tanpa usaha dan perancangan itu satu kebodohan. Sekadar menagih janji Allah dengan lipahan rezeki seusai perkahwianan, 'rezeki anak' dan sebagainya tetapi statik berpeluk tubuh tanda awal rumahtangga yang akan runtuh. Ini cerita ekonomi dan rezeki, sama halnya dengan sudut-sudut lain yang perlu diteitikberatkan.
Justeru rancanglah kebahagiaan mendatang anda dari sekarang. Ilmu, amal, ekonomi, sikap dan kawalan emosi untuk sebuah keluarga idaman.Jadi nak pilih doktor ke ustaz@ustazah? Saya sambung dalam entri mendatang. Ianya ada kaitan dalam merancang bahagia.

Saturday, May 16, 2009

Tanggung Jawab Sebuah Keluarga Islam

Sungguh, baiknya umat Islam hanyalah dapat diraih dengan cara kembali kepada ajaran Islam yang lurus itu sendiri. Baik dalam permasalahan aqidah, metode pengajaran maupun aturan kehidupan. Ajaran Islam seharusnya dipraktikkan dalam seluruh aspek kehidupan, kemasyarakatan, ekonomi maupun politik. Asas dari seluruh elemen masyarakat adalah sebuah keluarga muslim. Pembinaan (Tarbiyah) keluarga muslim berujud pendidikan Islam dan pelaksana utama dari pendidikan ini adalah seorang ibu muslimah.

Tegaknya sebuah keluarga muslim memberikan andil yang sangat besar bagi terlaksananya dakwah islamiyah. Islam sendiri memberikan tanggung jawab yang begitu agung kepada keluarga baik dia seorang ayah maupun ibu untuk memberikan pendidikan, pengetahuan, dakwah dan bimbingan kepada anggota keluarga. Pembinaan yang demikian inilah yang akan menyelamatkan dan memberikan penjagaan kepada diri dan keluarga.

Mengomentari hal ini Ali bin Abi Tholib dan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhum menyatakan
“Berikan pendidikan, ajarilah dengan ketaatan kepada Allah, serta takutlah dari kemaksiatan. Didiklah anggota keluargamu dengan dzikir yang akan menyelamatkan dari api neraka” ( Ibnu Katsir & At Tabari).

Berkaitan dengan tanggung jawab keluarga muslimah ini Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam menerangkan secara umum tanggung jawab seorang pemimpin.

“Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin, dan kalian akan ditanya tentang kepemimpinan kalian. Pemimpin di antara manusia dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga serta anak-anak suaminya dan dia akan ditanya tentang mereka. Budak/ pembantu adalah pemimpin dari harta tuannya dan dia akan ditanya tentangnya. Ketahuilah bahwa kamu sekalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang tentang kepemimpinannya”(HSR Bukhari)

Tanggung jawab yang disinggung pada hadits di atas bersifat umum dan menyeluruh. Tanggung jawab seorang suami tidaklah hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi saja , demikian halnya dengan seorang isteri. Ia tidaklah hanya bertanggung jawab terhadap kebersihan rumah, atau menyiapkan makanan semata. Akan tetapi keduanya dari kedudukan yang berbeda mempunyai tanggung jawab terhadap pendidikan keimanan keluarga termasuk di dalamnya tanggung jawab dakwah.

Al Quran dan al Hadits sumber pedoman kita menegaskan tanggung jawab kedua orang tua dalam aktivitas keluarga dan pengaruhnya terhadap anak. Seorang isteri memiliki tanggung jawab yan berbeda dengan dengan suami. Dan ia adalah pemimpin sebagaimana yang disinggung dalam hadits di atas. Secara nyata tanggung jawab seorang isteri terhadap rumah tangga dan anak-anak suaminya sangatlah luas. Panjangnya kebersamaan seorang ibu dengan anak secara otomatis memberikan warna tersendiri bagi perkembangan pendidikan fisik maupun mental dari sang anak.

Apabila kita timbang tanggung jawab seorang suami dengan seorang isteri maka akan kita dapatkan bahwa tanggung jawab seorang isteri sangatlah besar. Karena dialah yang melahirkan sang anak, menyusuinya, dan menemani serta mendidik anak dari jam ke jam, hari ke hari. Bahkan ketika seorang anak masih balita, kemudian menginjak remaja dan menjelang dewasa, di dalam rumah maupun di luar rumah sang ibu senantiasa mewarnai bentuk kehidupan sang anak. Hingga mungkin sang ayah telah tiada maka ibulah yang tetap mendampingi putranya untuk menyongsong masa depan. Inilah hikmah diperintahkannya wanita untuk berada di rumahnya.

Dan hendaknya kalian tinggal di rumah-rumah kalian” ( QS Al Ahzab : 33)

Inilah sebagian tanggung jawab yang diberikan oleh Islam kepada keluarga.

Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka” (QS At Tahrim : 6)

Saturday, January 10, 2009

Baytul-Syahidin Dr Nazar ar-Rayyan!

Palestin berdarah lagi.

Apa usaha kita?
Perspektif Baytulmuslim kali ini akan membawa pembaca mengenali tokoh Hamas, As-Syahid Dr Nizar Ar-Rayyan, yang syahid akibat serangan udara Israel baru-baru ini.

Siapa dia?

Beliau menjadi korban pertama serangan udara Israel. Tokoh Hamas, Nizar Abdul Kader Mohammad Rayyan, lahir, 6 Mac, 1959, di kem Jabaliya, Jalur Gaza. Tokoh yang memimpin sayap militer Hamas ini, memiliki latar belakang pendidikan yang sangat baik, di mana asy-syahi pernah mengeyam pendidikan di Universiti di Saudi Arabia, Jordan, dan Sudan, dan mendapatkan gelar Phd, dibidang Islamic Studies.

Setelah menyelesaikan pendidikan di sejumlah Negara Arab, Rayyan kembali ke Gaza, dan menjadi seorang da’i, dan memberikan ceramah di banyak masjid di Gaza, dan sambil masih terus memperdalam ilmunya, sampai ia mendapatkan pangkat Profesor dibidang undang-undang Islam (Islamic Law) di Universiti Islam di Gaza. Di usianya yang masih belum terlalu tua itu, Rayyan dikurniakan enam orang anak laki-laki, enam orang anak perempuan, dan dua orang cucu. Dan, tokoh gerakan Hamas ini, menikahi empat orang muslimah.

Rayyan memiliki pandangan yang sama dengan seluruh pemimpin Hamas, yang secara tegas menolak Negara Israel, kerana Negara Zionis-Israel, tak lain adalah penjajah, yang harus dihapus. Maka, Rayyan menegaskan : “Kami tidak akan pernah menerima Israel. Apa yang disebut kata : ‘Israel’ adalah tidak ada, baik sebagai sebuah fakta atau imajinasi”, tandasnya. Tokoh yang memiliki tubuh tinggi besar ini, beberapa kali ditahan pemerintah Israel dan Otoritas Palestina (PA), dan dibebaskan ketika Hamas mengambil alih control seluruh wilayah Gaza dari tangan al-Fattah, Jun, tahun 2007.

Rayyan sangat dikenal kerana pendiriannya yang keras melawan Zionis Israel. Seorang datuk dari dua cucu, yang baru berumur 50 tahun itu, pernah menjadi pendiri Parti Penyelamat Islam (The Islamic Salvation Party), ketika terbentuk Autiriti Palestin di tahun 1994. Prof.Rayyan mempunyai peranan yang sangat penting, ketika Hamas harus berunding dengan berbagasi faksi yang ada di jalur Gaza, yang akan menentukan kepemimpinan di wilayah itu.

Tokoh Hamas, yang menjadi pemimpin Briged Izzuddin al-Qassam, di wilayah kem Jabaliya ini, sangat dikenal sebagai seorang da’i yang sangat berpengaruh, dan dikenal sebagai seorang imam di masjid ‘Masjid Syuhada’.

Menurut Jerusalem Post, yang terbit 1 Januari, 2009, Sheikh Nizara Rayyan, termasuk pemimpin senior Hamas, syahid dengan seluruh keluarganya, empat isterinya dan anak-anaknya, hari Khamis, ketika pesawat tempur Israel, F.16, menjatuhkan bom diatas apartement, yang diduduki bersama keluarganya di Jabaliya. Rayyan, bukan hanya seorang yang sangat beragama (alim), tapi benar-benar seorang mujahid. Karena, Rayyan menjadi pemimpin sayap militer Hamas, iaitu Briged Izzudin al-Qassam.

Mudah-mudahan As-Syahid dicucuri nikmat bersama ahli keluarganya.

Sahabat-sahabiyah sekalian. Lihatlah bagaimana perjuangan beliau diterima Allah, sehingga Allah memuliakan dirinya dan ahli keluarganya dengan Syahid.

Beliau syahid bersama keluarga besarnya, iaitu bersama empat isteri dan sembilan dari pada dua belas anaknya yang turut syahid bersamanya.

Dari perspektif Baytul Muslim, Dr Ar-Rayyan bukan sahaja berjaya membina Baytul Muslim, bahkan beliau membina Baytul-Mujahidin - Baytul Syahidin. Allahu Akbar.

Kita bagaimana? Kepada sahabat-sahabiyah yang belum berumah tangga, rancanglah. Rancanglah pembentukan baytul muslim hingga diiktiraf Allah menjadi baytul-syahidin. InsyaAllah. Kepada gerakan-gerakan Islam dalam kampus, gerakan Islam luar kampus, gerakkanlah pembentukan Baytul Muslim dalam jemaah masing-masing. Modah-mudahan suatu hari nanti, akan muncul Salahuddin Al-Ayubi dari kalangan kita. Atau juga menjadi Dr Nizar Ar-Rayyan ke dua! 

Monday, September 22, 2008

Tarbiyah Baytulmuslim : Kaca atau Permata

ADA kalanya seseorang memiliki pasangan hidup berparas menarik tetapi cakapnya pedas lagi menyinggung.

Ada pasangannya rupawan, bahasanya sedap didengar tetapi sangat boros.

Ada pula pasangannya indah dan jimat tetapi malas beribadah.

Kerencaman dalam mencari jodoh ini pernah diibaratkan dalam satu hadis: 'Manusia itu seperti unta. Antara 100 ekor unta, sangat sulit kamu menemukan seekor yang sangat baik tunggangannya. ' (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Pasangan ideal memang sukar diperolehi dalam zaman penuh dugaan.

Ada gadis yang mengeluh kerana sudah penat mencari calon suami yang berkelayakan, gagah dan lawa, tenang dan lembut serta kuat beribadah.

Ada teruna mengeluh sukar mencari calon isteri yang cantik, senang dipandang, sabar, jimat, suka beribadah dan pandai mengambil hati ibunya.

Nasihat Rasulullah saw berkenaan kekurangan yang ada pada pasangan kita: 'Hendaknya seorang Mukmin tidak meninggalkan seorang Mukminah. Kalau dia membenci suatu perangai pada diri isterinya, dia pasti menyenangi perangai yang lain.'

Pesan Rasulullah sejajar dengan firman Allah: 'Kemudian apabila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) kerana mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.' (An-Nisaa: 19)

Sebagai pasangan (baik suami mahupun isteri), janganlah kita membiarkan begitu saja beberapa aib atau kekurangan pasangan kita. Alasan bahawa sikap sudah begitu sejak mula - tidak boleh dipakai sama sekali.

Sikap manusia boleh diubah selagi ia sanggup merubahnya.

Suami hendaklah berdakwah kepada isteri dan begitu juga sebaliknya.

'Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.' (Surah An-Nahl: 125).

Dakwah paling asas adalah dengan pasangan kita sebagaimana Rasulullah saw menyampaikan kisah baginda menerima wahyu kepada isterinya, Khad ija h. Ia diikuti dengan anak-anak dan orang-orang terdekat.

Oleh itu, suami/isteri perlu menggilap cara merubah sikap pasangan dengan cara paling elok menunjukkan contoh dan hujah. Kekasaran atau pukul bantai tidak boleh dibuat untuk memaksa seseorang berubah.

Selain ikhlas dalam menasihati, penting pula ikhlas dalam menerima nasihat. Ketika kita dinasihati, hendaknya kita kendalikan serta lunakkan hati kita untuk ikhlas menerimanya

Wednesday, September 17, 2008

Sukar memilih pasangan?

Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi merasa belum menemukan pasangan yang cocok, sehingga belum jadi bernikah pula, padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang biasa datang dari kedua belah pihak, baik pihak muslimin mahupun muslimat.

Keserasian memang diperlukan. Yang jadi pertimbangan dasar dan awal tentu saja faktor agama, iaitu aqidah dan akhlaknya. Allah berfirman, yang maksudnya :

"Mereka (perempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir. Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka." (Al-Mumtahanah : 10)

Rasulullah juga bersabda, "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya, karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung)." (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain)

Keadaan yang lain adalah nombor dua setelah pertimbangan agama. Namun kebanyakan di sinilah ketidak-serasiannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi tak serasi pekerjaannya, latar belakang pendidikannya, hobinya, warna matanya , pakai kaca mata, khidungnya…dan lain-lain.

Kalau mahu mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan kerana tidak ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan, pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah.

Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mahu bernikah, memang seharusnya selidiki dulu tentang calon pasangan hidupnya kepada sahabatnya, saudaranya, naqibnya atau ustaznya, atau yang lainnya, baik kelebihan mahupu kekurangannya. Dalam pengurusan UBM, hanya orang-orang tertentu sahaja kita dibolehkan bertanya, supaya tidak menjadi heboh yang mungkin akan mendatangkan masalah lain kelak. Jika sudah tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya,

"Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain." (HR.Muslim)

Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya. Ketika kekurangan sudah boleh diterima, kelebihan akan lebih menimbulkan perasaan suka. Kerana itu, jangan sampai menjadi sukar pernikahan kerana diri sendiri.